Blog Archive
-
2012
(39)
-
Juni(31)
- Kebun Raya Bedugul
- Desa Panglipuran Bangli
- Lovina Tour
- Candi Dasa
- Pura Goa Gajah
- Ubud Bali
- Desa Celuk Ubud Bali
- Monument Badjra Sandi
- Pura Goa Lawah
- Desa Mas Ubud Bali
- Pura Besakih Bali
- Taman Tirtagangga Karangasem
- Taman Ujung Sukasada Bali
- Kintamani Bali
- Pantai Sanur
- Tegalalang Gianyar Bali
- Art Center Bali
- Jimbaran Bali
- Kertagosa Klungkung
- Jatiluwih Tabanan Bali
- Tirta Empul Bali
- Tanjung Benoa Watersport center
- Pura Uluwatu Bali
- Pura Bedugul dan Danau Beratan
- Taman Ayun Bali
- Alas Kedaton Bali
- Tanah Lot Bali
- Kuta Bali
- Tenganan Bali Aga
- Dreamland Beach Bali
- Garuda Wisnu Kencana Bali
- Mei(8)
-
Juni(31)
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Besakih Tour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Besakih Tour. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Juni 2012
Pura Goa Lawah
Goa Lawah, Sebuah Obyek wisata dan tempat persembahyangan yang merupakan peninggalan purbakala antara hindu dan Budha. Berada di Kabupaten Klungkung Bali. Dinamakan Goa Lawah karena goa berarti goa kelelawar, karena memang dibangun sebuah pura yang berada dimulut goa yang menjadi nrumah ribuan kelelawar yang menetap di tempat ini dari jaman purbakala. Goa Lawah diprediksikan di bangun pada masa Hindu Budha yaitu pada abab ke 11 Oleh seorrang empu yang menyebarkan agama hindu di bali yang bernama Empu Kunturan.
Pura yang dibangun untuk memuja dewa laut, berdasarkan cerita mitor konon dalam usahanya menyelamatkan umat manusia dewa wisnu menjelma menjadi desa naga Basuki yang kepalanya sebagai simbol dari Pura Gowa lawah yang menghadap kesamudera sedangkan ekor disimbolka oleh Pura Goa raja yang berada di komplek Pura Besakih di kaki Gunung agung. Bukti bahwa Pura Gowa Lawah merupakan peninggalan jaman hindu Budha adalah diketemukannya peninggalan yang berupa ukiran bangunan pura dan patung yang dibuat pada jaman itu.
Desa Mas Ubud Bali
Desa mas Ubud Bali, Salah satu desa seni yang mempunyai matapencaharian sebagai pengukir kayu da pemahat patung. Merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud Gianyar Bali.
Desa ini mempunyai style dan seni ukir patung yang menonjolkan ciri humanisme dan naturalisme. Desa yang banyak melahirkan nama-nama maestro pemahat dan pematung yang terkenal dari Bali ini sehingga menemukan jati diri dan terkenal menjadi salah satu desa wisata di bali. Bahan seni patung kayu ini adalah dari pulau bali sendiri dan ada yang didatangkan dari luar pulau yaitu kayu cendana, eboni dan mahoni.
Hasil kerajinannya mempunyai nilai yang besar dan sangat luar terutama untuk kepentingan cindera mata dan komoditi eksport ke luar negeri. Dengan planing tour ke Kintamani, Ubud dan Besakih kita dapat singgah di desa ini dan dapat mengamati secara angsung proses pemahatan dan kerajinan lain yang ditekuni oleh masyarakat setempat.
Minggu, 03 Juni 2012
Kertagosa Klungkung
Kertagosa, sebuh bangunan berupa balai yang dikelilingi oleh sebuah kolam yang konon dipergunakan oleh kerajaan klungkung sebagai balai peradialan. Kertagosa dibangun pada tahun 1686 oleh Raja Klungkung Bali Dewa Agung Jambe, merupakan situs bersejarah dan berupa warisan budaya yang sangat menarik. Terdiri dari dua bangunan yang berupa balai pangung dan Sebuah Puri (Rumah) disampingnya yang berisi benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan klungkung bali.
Bangunan yang terletak di jantung kota Kabupaten Klungkung Bali ini mempunyai bentuk bangunan dengan desaign arsitektur yang indah dan keunikan dari bangunan ini adalah langit-langit balai yang dipenuhi dengan lukisan tradisional yang bergaya kamasan. Lukisan kamasan yang berada dilangit langit mengambarkan kisah dari epik sutasoma. Tema lukisan menunjukkan bahwa bangunan tersebut diperuntukan sebagai tempat untuk keluarga kerajaan untuk mengadakan upacara dan ritual Manusa yadya seperti pernikahan dan potong gigi. Kertagosa dulu juga dipergunakan sebagai balai peradilan pada masa penjajahan belanda di Kabupaten Klungkung pada masa 1908 – 1942.
Bangunan yang terletak di jantung kota Kabupaten Klungkung Bali ini mempunyai bentuk bangunan dengan desaign arsitektur yang indah dan keunikan dari bangunan ini adalah langit-langit balai yang dipenuhi dengan lukisan tradisional yang bergaya kamasan. Lukisan kamasan yang berada dilangit langit mengambarkan kisah dari epik sutasoma. Tema lukisan menunjukkan bahwa bangunan tersebut diperuntukan sebagai tempat untuk keluarga kerajaan untuk mengadakan upacara dan ritual Manusa yadya seperti pernikahan dan potong gigi. Kertagosa dulu juga dipergunakan sebagai balai peradilan pada masa penjajahan belanda di Kabupaten Klungkung pada masa 1908 – 1942.
Langganan:
Postingan (Atom)